
Efek Banjir: DAS Kuranji Sumbar ‘Membengkak’ 150 Meter
Efek Banjir: DAS Kuranji Sumbar ‘Membengkak’ 150 Meter Dan Simaklah Berbagai Penjelasan Langsung Dari Kemenhut. Halo Sobat Pembaca yang Budiman. Pernahkah anda membayangkan kekuatan alam yang mampu mengubah peta daratan dalam sekejap? Di Sumatera Barat. Efek Banjir bandang yang menerpa, kita menyaksikan fenomena yang benar-benar mengejutkan. Dan juga memerlukan perhatian serius. Daerah Aliran Sungai (DAS) Kuranji, yang sebelumnya memiliki dimensi normal. Namun kini di laporkan mengalami pembengkakan ekstrem! Bayangkan, lebar sungai tersebut kini melebar hingga 150 meter. Tentunya menjadi sebuah peningkatan dramatis yang menunjukkan betapa parahnya erosi. Serta juga perubahan morfologi yang terjadi akibat terjangan air bah. Angka 150 meter ini bukan hanya sekadar statistik. Mari kita telusuri lebih dalam penjelasan dari pihak berwenang, khususnya Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kemenhut), untuk mengupas tuntas misteri pelebaran DAS Kuranji ini.
Mengenai ulasan tentang Efek Banjir: DAS Kuranji Sumbar membengkak 150 meter telah di lansir sebelumnya oleh kompas.com.
Menurut Kemenhut, DAS Kuranji Mengalami Pelebaran Badan Sungai Yang Signifikan
Menurutnya mengalami pelebaran badan sungai yang sangat signifikan. Setelah banjir bandang yang melanda wilayah tersebut. Dari pemantauan sementara di lapangan, lebar sungai yang sebelumnya rata-rata hanya sekitar 15 meter. Namun kini berubah secara drastis hingga mencapai kurang lebih 150 meter. Perubahan bentuk sungai ini di picu kuat oleh kombinasi kondisi alam dan karakteristik lahan di wilayah DAS Kuranji. Kemenhut menjelaskan bahwa sebagian besar tanah di kawasan ini merupakan jenis kambisol. Terlebihnya yakni jenis tanah muda yang belum stabil sepenuhnya. Tanah semacam ini mudah bergeser, tergerus, dan kehilangan kekuatan penopang saat menghadapi tekanan air yang sangat besar. Ketika hujan ekstrem turun dalam durasi cukup panjang. Kemudian debit air naik dengan cepat dan menghantam tebing sungai dengan kekuatan besar. Dan yang membuat struktur tanah di sepanjang aliran mudah amblas, longsor.
Efek Banjir: DAS Kuranji Sumbar ‘Membengkak’ 150 Meter, Ini Ungkapan Kemenhut
Kemudian juga masih membahas Efek Banjir: DAS Kuranji Sumbar ‘Membengkak’ 150 Meter, Ini Ungkapan Kemenhut. Dan fakta lainnya adalah:
Pelebaran Ini Terdeteksi Lewat “Pemantauan Sementara”
Pelebaran alur Sungai Kuranji hingga mencapai sekitar 150 meter terdeteksi pertama kali melalui “pemantauan sementara”. Tentu yang dilakukan oleh tim Kementerian Kehutanan setelah banjir bandang melanda wilayah tersebut. Istilah “pemantauan sementara” merujuk pada proses pengecekan awal yang dilakukan dengan cepat di lapangan untuk menilai perubahan bentuk sungai. Dan juga kondisi lahan setelah bencana. Pada tahap ini, petugas belum melakukan survei terukur yang menghasilkan data final. Akan tetapi lebih kepada observasi langsung dan pengumpulan bukti visual dari area yang terdampak. Melalui pemantauan ini, terlihat bahwa badan sungai telah berubah secara dramatis: dinding sungai yang sebelumnya sempit tampak terkikis habis, tepiannya runtuh. Dan juga alur air menyebar jauh keluar dari jalur lamanya. Dalam pemantauan awal tersebut, tim menemukan bahwa erosi terjadi hampir di sepanjang bantaran sungai.
Banyak bagian tanah yang tergerus hingga tidak lagi menyerupai bentuk sungai sebelum banjir. Retakan tanah, tebing yang runtuh, dan aliran air yang mengambil jalur baru. Tentu yang menjadi petunjuk kuat bahwa pelebaran sungai memang berlangsung sangat cepat. Akibat tekanan air yang besar. Karena kondisi di lapangan masih labil, Kemenhut menegaskan bahwa angka pelebaran 150 meter adalah hasil pengamatan awal. Akan tetapi bukan angka resmi dari pengukuran geospasial yang lebih presisi. Namun demikian, perubahan bentuk sungai yang begitu signifikan terlihat jelas. Bahkan dari observasi kasar. Sehingga pemantauan sementara ini sudah cukup menunjukkan bahwa banjir telah mengubah morfologi sungai secara drastis. Melalui tahap pemantauan sementara ini pula Kemenhut dapat mengidentifikasi beberapa indikasi kerusakan di hulu. Mulai dari material longsoran yang terbawa arus hingga penurunan kekuatan tebing sungai. Temuan awal ini kemudian menjadi dasar bagi pemerintah mereka.
Fakta Baru! Lebar Daerah Aliran Sungai Kuranji Sumatera Barat Capai 150 Mtr
Selain itu, masih membahas Fakta Baru! Lebar Daerah Aliran Sungai Kuranji Sumatera Barat Capai 150 Mtr. Dan fakta lainnya adalah:
Jenis Tanahnya Mayoritas “Kambisol” (~90 %) Serta Sedikit “Regosol”
Mereka jelaskan hal ini sangat rentan terhadap pelebaran sungai adalah karakteristik tanahnya. Hampir seluruh area di sekitar DAS tersebut, sekitar 90 persen. Kemudian juga di dominasi oleh tanah jenis “kambisol”. Tanah kambisol merupakan jenis tanah muda yang belum berkembang sempurna dalam struktur maupun konsistensinya. Karena sifatnya yang masih labil, tanah ini cenderung kurang stabil ketika menerima tekanan besar. Terutama saat menghadapi curah hujan ekstrem dan debit air yang meningkat secara tiba-tiba. Ketika air mengalir dengan sangat cepat. Dan membawa material dalam jumlah besar, kambisol mudah tergerus, retak, atau luruh dari tebing sungai. Sehingga membuat bantaran menjadi cepat runtuh dan alur sungai melebar. Di sisi lain, sebagian kecil wilayah DAS Kuranji, terutama yang mendekati bagian bawah atau area dekat pantai, memiliki jenis tanah regosol.
Regosol sendiri merupakan tanah yang terbentuk dari material vulkanik muda, cenderung berpasir. Dan juga memiliki kemampuan menyerap serta mengikat air yang rendah. Teksturnya yang longgar membuat tanah ini juga mudah tersapu aliran sungai yang deras. Ketika regosol terkena tekanan air besar. Serta butiran tanahnya tidak mampu saling mengikat dengan kuat. Sehingga lapisan tanah dapat hanyut dan mempercepat pengikisan tepi sungai. perpaduan ini membuat area hilir DAS tidak hanya mengalami penambahan volume air. Akan tetapi juga penurunan kekuatan struktur tanah, sehingga memperbesar risiko pelebaran sungai yang tidak terkendali. Kombinasi antara dominasi tanah kambisol yang rapuh dan keberadaan regosol yang bertekstur lepas. Maka menjadi salah satu alasan mengapa pelebaran sungai di DAS Kuranji dapat terjadi dengan sangat cepat ketika banjir bandang melanda. Begitu hujan ekstrem turun, kedua jenis tanah ini tidak mampu menopangnya.
Fakta Baru! Lebar Daerah Aliran Sungai Kuranji Sumatera Barat Capai 150 Mtr Yang Kini Terjadi
Selanjutnya juga masih membahas Fakta Baru! Lebar Daerah Aliran Sungai Kuranji Sumatera Barat Capai 150 Mtr Yang Kini Terjadi. Dan fakta lainnya adalah:
Tanah Kambisol Di Kenal Relatif “Muda” & Belum S
Jenis tanah ini di gambarkan oleh Kementerian Kehutanan sebagai jenis tanah yang relatif “muda” dan belum stabil secara struktural. Disebut muda karena proses pembentukan dan perkembangan profil tanahnya belum berlangsung lama. Sehingga lapisan-lapisannya masih sederhana dan belum memiliki struktur kuat yang mampu menahan tekanan air. Maupun beban dari aktivitas geologi di sekitarnya. Kambisol umumnya terbentuk dari bahan induk yang belum mengalami pelapukan panjang. Sehingga strukturnya cenderung rapuh, mudah terbelah. Dan juga tidak memiliki ikatan yang kuat antar butir tanah. Ketika hujan dengan intensitas tinggi turun. Serta air dengan cepat meresap ke dalam struktur yang lemah ini, membuat tanah menjadi jenuh, kehilangan kekuatan geser.
Kemudian juga yang lebih rentan runtuh atau terbawa arus. Karena sifatnya yang belum stabil, kambisol juga sangat responsif terhadap perubahan mendadak dalam debit air sungai. Ketika banjir bandang melanda DAS Kuranji. Maka aliran air yang besar dan kuat langsung menghantam bantaran sungai yang tersusun dari tanah kambisol ini. Dengan struktur yang tidak padat, tebing sungai mudah tergerus sedikit demi sedikit. Terlebihnya hingga pada akhirnya runtuh dalam skala besar. Kondisi ini semakin di perburuk oleh material tanah yang mudah hancur. Ketika terkena arus deras, sehingga mempercepat pelebaran sungai. Pada titik-titik tertentu di mana tekanan air lebih besar, kambisol bahkan dapat larut dan berpencar. Tentunya seperti gumpalan tanah lunak, membuat permukaan tebing kehilangan kekokohan. Serta yang di perlukan untuk menahan tepi sungai tetap utuh.
Jadi itu dia beberapa penjelasan menurut Kemenhut DAS Kuranji sumbar membengkak 150 meter karena Efek Banjir.