Kapolda Aceh Bangun Sumur, Warga Dapat Air Bersih

Kapolda Aceh Menunjukkan Kepedulian Nyata Terhadap Warga Terdampak Bencana dengan Menghadirkan Sumur Bor di Kampung Suku Wihlah Setie

Kapolda Aceh Menunjukkan Kepedulian Nyata Terhadap Warga Terdampak Bencana dengan Menghadirkan Sumur Bor di Kampung Suku Wihlah Setie. Langkah ini bertujuan memudahkan akses air bersih bagi masyarakat yang sebelumnya kesulitan akibat banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah tersebut.

Keprihatinan polisi terhadap masyarakat yang terkena dampak bencana alam kembali terlihat. Pada Jumat, 9 Januari 2026, Kapolda Aceh, Irjen Pol. Marzuki Ali Basya, memberikan bantuan berupa sumur bor di Kampung Suku Wihlah Setie, Kecamatan Bintang, Kabupaten Aceh Tengah. Setelah banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah ini pada 26 November 2025, akses ke air bersih sekarang lebih mudah bagi penduduk setempat.

Proses peresmian di lakukan langsung oleh Kapolres Aceh Tengah, AKBP Muhammad Taufik, yang di dampingi oleh pejabat utama Polres, Kapolsek Bintang, personel BKO Brimob Polda Aceh, hingga tokoh masyarakat dan warga kampung. Kehadiran aparat kepolisian di lokasi tidak hanya menandai seremonial biasa, tetapi juga menunjukkan dukungan konkret terhadap pemulihan kehidupan masyarakat pascabencana.

Sumur bor yang di bangun memiliki kedalaman sekitar 18 meter dan berhasil di selesaikan dalam waktu singkat, hanya satu hari. Fasilitas ini di harapkan dapat di manfaatkan warga untuk kebutuhan sehari-hari maupun sebagai cadangan air saat musim kemarau atau kondisi darurat lainnya, sehingga memberikan solusi jangka panjang bagi akses air bersih di kampung tersebut.

Strategi Cepat dan Efektif Pemulihan Air Bersih

Strategi Cepat dan Efektif Pemulihan Air Bersih di terapkan Kapolda Aceh dengan membangun sumur bor di Kampung Suku Wihlah Setie. Langkah ini dilakukan untuk segera mengatasi kesulitan warga dalam mengakses air bersih pascabencana, sekaligus memastikan ketersediaan air tetap terjaga dalam jangka panjang.

Bencana alam yang melanda Kecamatan Bintang meninggalkan dampak serius, terutama pada ketersediaan air bersih. Infrastruktur lama rusak, aliran air terganggu, dan warga kesulitan memenuhi kebutuhan pokok harian mereka. Menanggapi situasi ini, Kapolda Aceh mengambil langkah cepat dengan memfasilitasi pembangunan sumur bor yang di kerjakan kilat.

Menurut Kapolres Aceh Tengah, AKBP Muhammad Taufik, sumur bor tersebut di bangun dengan tujuan jangka panjang. “Fasilitas ini di harapkan mampu memenuhi kebutuhan air bersih warga, tidak hanya untuk sehari-hari tetapi juga sebagai persiapan menghadapi musim kemarau atau kondisi darurat,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa pembangunan sumur bor termasuk strategi prioritas Polri untuk membantu percepatan pemulihan pascabencana di wilayah terpencil.

Uniknya, pembangunan sumur bor di lakukan hanya dalam satu hari. Dengan kedalaman sekitar 18 meter, sumur ini dapat menghasilkan air yang cukup untuk memenuhi kebutuhan seluruh penduduk Kampung Suku Wihlah Setie. Kecepatan pembangunan ini menjadi contoh nyata bahwa kolaborasi antara kepolisian, aparat kampung, dan warga lokal mampu memberikan solusi cepat dalam menghadapi krisis.

Prosesi Peresmian dan Pengecekan Lapangan

Prosesi Peresmian dan Pengecekan Lapangan di lakukan secara langsung oleh aparat kepolisian bersama tokoh masyarakat. Agenda ini mencakup penyerahan simbolis sumur bor kepada Reje Kampung serta pemantauan langsung aliran air untuk memastikan fasilitas siap di gunakan oleh warga.

Peresmian sumur bor berlangsung di Menasah Al-Mukmin Kampung Suku Wihlah Setie, yang di hadiri oleh berbagai unsur masyarakat. Proses ini di awali dengan penyerahan simbolis fasilitas kepada Reje Kampung, Mansur Ariga, yang kemudian memantau langsung debit air dari sumur tersebut.

Mansur Ariga menyatakan bahwa air yang keluar dari sumur bor sangat lancar dan jernih. “Kami bisa langsung menggunakan air ini untuk keperluan rumah tangga. Bantuan ini sangat berarti bagi warga,” ujarnya. Pihak aparatur kampung pun menyampaikan rasa terima kasih secara terbuka kepada Kapolda Aceh dan seluruh jajaran Polri yang terlibat.

Selain sebagai simbol kepedulian, prosesi peresmian juga menjadi momen edukatif. Warga di ajak memahami pentingnya pemeliharaan fasilitas air bersih, menjaga kualitas air, serta memanfaatkan sumber daya ini secara bijak. Kehadiran aparat di lokasi juga mendorong semangat gotong royong dan rasa memiliki terhadap fasilitas baru ini.

Dampak Positif Sumur Bor terhadap Kehidupan Warga

Dampak Positif Sumur Bor terhadap Kehidupan Warga langsung terasa sehari-hari. Dengan adanya fasilitas ini, warga Kampung Suku Wihlah Setie tidak lagi kesulitan memperoleh air bersih, sehingga kebutuhan rumah tangga dapat terpenuhi dengan lebih mudah dan aman.

Pembangunan sumur bor membawa perubahan signifikan bagi kehidupan sehari-hari warga Kampung Suku Wihlah Setie. Sebelumnya, warga harus berjalan jauh untuk mendapatkan air bersih atau mengandalkan sumber yang tidak selalu aman. Kini, akses air bersih tersedia di pusat kampung, memudahkan kebutuhan rumah tangga, memasak, hingga mandi bagi seluruh anggota keluarga.

Selain memenuhi kebutuhan dasar, sumur bor juga membantu meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Air bersih yang mudah di akses mengurangi risiko penyakit akibat air tercemar, seperti diare dan infeksi kulit. Dengan demikian, fasilitas ini tidak hanya sekadar pemenuhan kebutuhan pokok, tetapi juga langkah preventif bagi kesehatan warga jangka panjang.

Kapolres Aceh Tengah menekankan bahwa keberadaan sumur bor merupakan bentuk nyata Polri hadir untuk rakyat, bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pelayan masyarakat. “Polri hadir di tengah rakyat untuk memberikan solusi, bukan hanya menjaga keamanan. Ini wujud nyata kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana,” tuturnya.

Lanjutan Bantuan dan Kunjungan ke Wilayah Terisolir

Lanjutan Bantuan dan Kunjungan ke wilayah Terisolir di lakukan untuk memastikan warga terdampak bencana mendapat perhatian penuh. Kapolres Aceh Tengah beserta rombongan meninjau langsung kondisi tiga kampung yang sulit di jangkau. Selain itu, mereka menyalurkan bantuan logistik dan layanan kesehatan agar pemulihan masyarakat berjalan lebih cepat.

Setelah peresmian sumur bor, Kapolres Aceh Tengah bersama rombongan melanjutkan perjalanan ke Kampung Serule, Atu Payung, dan Jamur Konyel. Di lokasi, bantuan logistik seperti sembako dan kebutuhan sehari-hari di bagikan. Warga yang memerlukan layanan medis juga mendapat perhatian melalui bakti kesehatan.

Selain distribusi bantuan, aparat kepolisian memeriksa kondisi infrastruktur yang terdampak longsor dan banjir. Hal ini penting untuk merencanakan pemulihan jalan, jembatan, dan sarana air bersih tambahan. Kehadiran Polri di lokasi terpencil juga memberi dorongan moral agar warga tetap tangguh menghadapi musibah.

Aparat kepolisian juga mengedukasi masyarakat tentang mitigasi bencana, kebersihan lingkungan, dan cara menjaga sumber air tetap aman. Edukasi ini bertujuan membangun ketahanan warga sekaligus mencegah dampak bencana yang sama di masa depan.

Upaya edukasi melibatkan tokoh masyarakat dan aparat kampung agar pesan tentang mitigasi bencana dan kebersihan dapat di teruskan secara berkelanjutan. Dengan begitu, warga tidak hanya menerima bantuan sementara, tetapi juga memiliki pengetahuan untuk menjaga keselamatan, kesehatan, dan ketersediaan air bersih jangka panjang.

Langkah-langkah ini menunjukkan komitmen nyata aparat kepolisian dalam pemulihan pascabencana. Kehadiran mereka di lapangan, pemberian fasilitas, dan penyuluhan terkait mitigasi bencana membuktikan kepedulian terhadap kesejahteraan warga. Hal ini sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap peran Polri, khususnya Kapolda.