Kebakaran Besar Landa Kendari Barat, Belasan Bangunan Hangus

Kebakaran Besar Kembali Terjadi di Kota Kendari Saat Api Melalap Deretan Bangunan di Kawasan Padat Aktivitas Ekonomi.

Kebakaran Besar Kembali Terjadi di Kota Kendari Saat Api Melalap Deretan Bangunan di Kawasan Padat Aktivitas Ekonomi. Peristiwa ini tidak hanya menyisakan puing-puing bangunan, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran akan kerentanan kawasan perkotaan terhadap bencana serupa, terutama di area dengan gudang dan hunian yang berdampingan.

Musibah Kebakaran Besar kembali mengguncang Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Sedikitnya 14 bangunan di laporkan hangus terbakar dalam peristiwa yang terjadi di Kelurahan Sanua, Kecamatan Kendari Barat, pada Sabtu malam. Bangunan yang terbakar terdiri atas gudang, rumah kontrakan, kios, serta rumah makan yang berada di kawasan padat aktivitas ekonomi.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 21.45 WITA, saat sebagian besar warga mulai beristirahat. Api dengan cepat membesar dan menjalar ke bangunan lain, membuat warga sekitar panik dan berhamburan keluar rumah. Kobaran api terlihat jelas dari kejauhan dan mengundang perhatian masyarakat yang berdatangan ke lokasi kejadian.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kebakaran ini meninggalkan kerugian materi yang besar. Kerugian akibat peristiwa tersebut di taksir mencapai miliaran rupiah, mengingat adanya gudang penyimpanan hasil bumi yang ikut di lalap api. Peristiwa ini menjadi pengingat akan tingginya risiko kebakaran di kawasan perkotaan yang memiliki aktivitas penyimpanan barang mudah terbakar.

Kronologi Kebakaran yang Terjadi Menjelang Tengah Malam

Kronologi Kebakaran yang Terjadi Menjelang Tengah Malam mulai terungkap setelah api tiba-tiba membesar di kawasan tersebut, tepat ketika aktivitas warga mulai berkurang dan sebagian besar bangunan sudah dalam kondisi tertutup. Situasi yang relatif lengang membuat kobaran api tidak langsung terdeteksi, sehingga ketika terlihat, api sudah dalam kondisi membesar dan menyebar ke bangunan di sekitarnya.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Kendari, Ahriawandy, menjelaskan bahwa laporan kebakaran di terima tidak lama setelah api mulai membesar. Petugas segera bergerak menuju lokasi kejadian untuk melakukan upaya pemadaman sebelum api merambat lebih luas ke permukiman warga.

Berdasarkan informasi awal, api diduga berasal dari salah satu bangunan gudang yang berada di bagian ujung kawasan. Dalam waktu singkat, api menjalar ke bangunan di sekitarnya, termasuk kios, rumah makan, serta sejumlah rumah kontrakan yang berdekatan satu sama lain.

Ahriawandy menyebutkan bahwa kondisi bangunan yang berdempetan serta sebagian material yang mudah terbakar membuat api cepat membesar. Di tambah lagi, adanya angin yang cukup kencang pada malam itu mempercepat penyebaran api ke bangunan lainnya.

“Api pertama kali terlihat dari satu gudang, lalu membesar dan menjalar ke bangunan lain di sekitarnya,” ujar Ahriawandy saat di temui di lokasi kejadian.

Warga sekitar mengaku sempat mendengar suara letupan kecil sebelum api terlihat membesar. Namun karena kejadian berlangsung cepat, sebagian warga hanya bisa menyelamatkan diri dan barang-barang penting seadanya.

Upaya Pemadaman dan Kendala di Lapangan

Upaya Pemadaman dan Kendala di Lapangan menjadi fokus utama petugas ketika api terus berkobar dan mengancam bangunan lain di sekitarnya. Kondisi lokasi yang padat, akses jalan yang terbatas, serta banyaknya warga yang berkerumun untuk menyaksikan kejadian sempat menyulitkan pergerakan armada pemadam dalam menjangkau titik api secara maksimal.

Untuk mengendalikan kebakaran, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Kendari mengerahkan tujuh unit mobil pemadam kebakaran. Selain itu, pemadaman juga dibantu oleh 13 mobil tandon air milik mitra Damkar serta sukarelawan bencana yang turut membantu di lokasi kejadian.

Petugas bekerja keras selama kurang lebih satu jam untuk menjinakkan kobaran api. Proses pemadaman tidak berjalan mudah karena beberapa kendala di lapangan. Salah satunya adalah material bangunan yang sebagian besar berbahan papan dan kayu, sehingga api dengan cepat melahap struktur bangunan.

Selain itu, di dalam gudang yang terbakar terdapat hasil bumi seperti jambu mete dan kopra. Material tersebut mudah terbakar dan menghasilkan panas tinggi, sehingga menyulitkan proses pemadaman.

Kendala lain datang dari banyaknya warga yang berkerumun di sekitar lokasi kejadian. Kerumunan tersebut sempat menghambat akses mobil pemadam untuk mendekati titik api secara optimal. Petugas harus bekerja ekstra untuk mengatur lalu lintas warga agar proses pemadaman bisa berlangsung lebih efektif.

Meski menghadapi berbagai hambatan, petugas akhirnya berhasil mengendalikan api dan mencegahnya menjalar ke bangunan lain yang berada lebih jauh dari lokasi awal kebakaran.

Penyebab Kebakaran dan Dampak Kerugian yang Ditimbulkan

Penyebab Kebakaran dan Dampak Kerugian yang Ditimbulkan menjadi perhatian serius setelah api berhasil di padamkan dan petugas mulai melakukan pendataan di lokasi kejadian. Selain menghancurkan bangunan, kebakaran ini juga menimbulkan kerugian materi yang besar. Hal itu terutama karena adanya gudang penyimpanan hasil bumi dan sejumlah tempat usaha milik warga.

Berdasarkan pemeriksaan awal, kebakaran diduga di picu korsleting listrik atau hubungan arus pendek di salah satu gudang. Meski begitu, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan lanjutan. Penyelidikan tersebut bertujuan memastikan penyebab pasti kebakaran.

Ahriawandy menjelaskan bahwa seluruh bangunan yang terbakar dalam kondisi kosong saat kejadian. Gudang yang di duga menjadi sumber api di ketahui di jaga oleh satu orang. Penjaga tersebut berhasil menyelamatkan diri sehingga di pastikan tidak ada korban jiwa.

Walau tidak menelan korban, kerugian materi yang di timbulkan tergolong besar. Kerugian akibat kebakaran ini di taksir mencapai sekitar Rp 5 miliar. Nilai tersebut berasal dari kerusakan bangunan dan hasil bumi yang tersimpan di dalam gudang.

Warga sekitar bernama Asna (23) mengatakan api pertama kali terlihat dari bangunan di ujung kawasan. Menurutnya, kondisi angin yang cukup kencang membuat api cepat menyebar. Dalam waktu singkat, kobaran api menjalar ke bangunan lain.

“Api cepat sekali membesar. Mungkin karena angin juga, jadi tidak butuh waktu lama,” ujar Asna.

Peristiwa ini menjadi pukulan berat bagi para pemilik bangunan dan pelaku usaha. Selain kehilangan tempat usaha dan hunian, mereka juga harus menanggung kerugian ekonomi yang tidak sedikit.

Peristiwa Jadi Pengingat Pentingnya Kewaspadaan Kebakaran

Peristiwa Jadi Pengingat Pentingnya Kewaspadaan Kebakaran kembali mengemuka seiring terulangnya insiden kebakaran di kawasan perkotaan dengan aktivitas ekonomi yang padat. Kejadian ini menunjukkan bahwa risiko kebakaran dapat muncul kapan saja, terutama di lingkungan dengan instalasi listrik padat dan bangunan yang saling berdekatan, sehingga kewaspadaan dan pencegahan menjadi hal yang tidak bisa di abaikan.

Kebakaran di Kendari Barat ini kembali menegaskan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bahaya kebakaran, terutama di kawasan yang memiliki gudang penyimpanan dan bangunan semi permanen. Pemerintah daerah dan masyarakat di harapkan dapat meningkatkan perhatian terhadap sistem kelistrikan serta keamanan bangunan.

Dinas Pemadam Kebakaran Kota Kendari mengimbau masyarakat untuk rutin memeriksa instalasi listrik, tidak menggunakan peralatan listrik berlebihan, serta memastikan kondisi bangunan aman dari potensi korsleting. Selain itu, keberadaan alat pemadam api ringan (APAR) di lingkungan usaha dan permukiman di nilai sangat penting untuk penanganan awal saat terjadi kebakaran.

Peristiwa ini juga menjadi evaluasi bagi pemerintah daerah terkait penataan kawasan padat bangunan dan akses jalan bagi kendaraan darurat. Kemudahan akses bagi mobil pemadam kebakaran menjadi faktor penting dalam menekan dampak kebakaran di wilayah perkotaan.

Dengan meningkatnya kesadaran bersama, di harapkan kejadian serupa dapat di minimalkan di masa mendatang. Kebakaran bukan hanya persoalan kerugian materi, tetapi juga menyangkut keselamatan dan keberlangsungan hidup masyarakat yang terdampak akibat Kebakaran Besar.