
Biaya Transportasi RI: Depok Memimpin Daftar Harga Tertinggi
Biaya Transportasi RI: Depok Memimpin Daftar Harga Tertinggi Yang Menepati Posisi Pertama Dari Wilayah Lainnya. Halo Para Komuter dan Pemerhati Ekonomi Perkotaan! Ketika kita berbicara tentang biaya hidup yang tinggi di Indonesia. Terlebih yang fokus biasanya langsung tertuju pada Jakarta atau kota-kota metropolitan besar lainnya. Namun, tahukah anda bahwa untuk urusan pengeluaran kendaraan harian. Maka ada satu kota satelit yang secara mengejutkan berhasil menduduki puncak daftar? Ya, data terbaru mengungkapkan fakta yang cukup mengagetkan. Dan kota Depok kini menjadi pemegang rekor dengan biaya transportasi termahal di seluruh Indonesia! Sungguh ironi, kota yang seharusnya menawarkan alternatif hidup yang lebih terjangkau dari ibu kota. Apa yang membuat biaya bergerak di kota ini begitu mencekik, bahkan melampaui kota-kota super-sibuk lainnya? Mari kita bongkar mengapa Biaya Transportasi RI menobatkan Depok sebagai nomor satu.
Mengenai ulasan tentang Biaya Transportasi RI: Depok memimpin daftar harga tertinggi telah di lansir sebelumnya oleh kompas.com.
Depok: Rp 1.802.751 Per Bulan Atau 16,32% Dari Total Dana Hidup Sehari-Hari
Kota ini menempati posisi pertama sebagai kota dengan dana bepergian termahal versi Kementerian Perhubungan. Jika di lihat dari persentase terhadap total pengeluaran masyarakat per bulan. Dan berdasarkan data Kemenhub yang mengacu pada hasil survei BPS. Serta rata-rata warga mereka menghabiskan sekitar Rp 1.802.751 per bulan untuk kebutuhan transportasi. Terlebih yang setara dengan 16,32 persen dari total biaya hidup mereka. Tentu angka ini berarti beban transportasi bagi penduduk Depok lebih tinggi. Jika di bandingkan kota-kota besar lainnya. Baik di Jabodetabek maupun luar daerah tersebut. Tingginya biaya transportasi ini sebagian besar di pengaruhi oleh masalah integrasi antarmoda yang belum optimal. Warga mereka, terutama para komuter yang bekerja di Jakarta. Kemudian juga yang kerap mengandalkan kombinasi moda transportasi. Terlebih misalnya menggunakan KRL sebagai moda utama yang murah.
Biaya Transportasi RI: Depok Memimpin Daftar Harga Tertinggi Dari Lainnya
Kemudian juga masih membahas Biaya Transportasi RI: Depok Memimpin Daftar Harga Tertinggi Dari Lainnya. Dan wilayah lainnya adalah:
Bekasi: Rp 1.918.142 Per Bulan Atau 14,02% Dari Total Dana Hidup Sehari-Hari
Kota ini menempati posisi kedua dalam daftar kota dengan biaya transportasi termahal versi Kementerian Perhubungan. Jika di lihat dari proporsi pengeluaran transportasi terhadap total biaya hidup bulanan masyarakat. Menurut data yang di rilis oleh Kemenhub dan mengacu pada survei Badan Pusat Statistik (BPS). Tentu dengan rata-rata pengeluaran transportasi warga Bekasi mencapai Rp 1.918.142 per bulan. Ataupun setara dengan 14,02 persen dari total dana hidup sehari-hari. Maka angka ini menunjukkan bahwa meskipun biaya transportasi di Bekasi lebih tinggi secara nominal. Jika di bandingkan Depok, namun dari segi persentase terhadap total pengeluaran bulanan. Kemudian juga beban transportasi di Bekasi lebih rendah. Terlebihnya jika di bandingkan Depok yang berada di angka 16,32%. Hal ini berarti masyarakat Bekasi, secara umum, memiliki pengeluaran hidup yang lebih besar secara keseluruhan. Sehingga proporsi dana untuk transportasi tidak mendominasi sebesar di Depok.
Tingginya biaya transportasi di Bekasi di sebabkan oleh sejumlah faktor utama. Terutama karena wilayah ini merupakan salah satu daerah penyangga Jakarta. Serta dengan tingkat mobilitas penduduknya sangat tinggi. Dan sebagian besar penduduk Bekasi adalah komuter yang melakukan perjalanan harian ke Jakarta untuk bekerja. Mereka kerap menggunakan transportasi multimoda. Tentunya seperti kombinasi antara kendaraan pribadi, ojek online, dan KRL. Biaya tambahan dari moda pengumpan seperti ojek online. Kemudian dengan parkir kendaraan pribadi menjadi faktor yang membuat pengeluaran transportasi membengkak. Selain itu, kondisi infrastruktur transportasi yang belum sepenuhnya terintegrasi secara efisien juga menambah beban. Warga sering harus mengandalkan kendaraan pribadi untuk menjangkau stasiun terdekat. Ataupun membayar tarif ojek yang tinggi untuk sampai ke titik utama. Ketika integrasi antarmoda tidak berjalan optimal.
Kota Dengan Dana Bepergian Paling Mahal (Versi Kemenhub)
Selain itu, masih ada Kota Dengan Dana Bepergian Paling Mahal (Versi Kemenhub). Dan wilayah lainnya adalah:
Surabaya: Rp 1.629.219 Per Bulan Atau 13,61% Dari Total Biaya Hidup Sehari-Hari
Kota ini tercatat menempati posisi menonjol dalam daftar kota dengan biaya transportasi termahal versi Kementerian Perhubungan. Tentunya dengan rata-rata pengeluaran mencapai Rp 1.629.219 per bulan. Atau 13,61 persen dari total biaya hidup sehari-hari warga. Meskipun secara proporsi Surabaya masih di bawah Depok (yang berada di posisi pertama dengan 16,32%). Namun angkanya tetap lebih tinggi di bandingkan banyak kota besar lain termasuk Jakarta. sehingga menunjukkan beban transportasi yang signifikan bagi penduduknya. Surabaya sebagai pusat ekonomi dan aktivitas regional di kawasan timur Pulau Jawa. Terlebih memiliki mobilitas penduduk yang tinggi. Serta warga mengandalkan kombinasi moda transportasi. mulai dari kendaraan pribadi, angkutan umum lokal, hingga ojek online. Terutama dalam kondisi di mana integrasi antarmoda belum sepenuhnya optimal. Tantangan klasik seperti first mile.
Dan last mile membuat perjalanan yang tampak “murah” pada moda inti menjadi jauh lebih mahal. Setelah di tambah biaya penunjang (misalnya ojek online untuk menghubungkan rumah ke terminal/halte atau sebaliknya). Kemenhub menyoroti bahwa tanpa konektivitas yang mulus antara titik asal/tujuan dengan moda utama, pengguna terus menanggung ongkos tambahan yang menumpuk. Selain itu, kemacetan dan ketidakteraturan aliran lalu lintas di beberapa koridor utama dalam kota turut menambah beban tidak langsung. Kemudian waktu tempuh yang lebih lama meningkatkan konsumsi bahan bakar bagi pengguna kendaraan pribadi. Dan memperbesar “biaya kesempatan” (waktu terbuang), sementara ketergantungan pada moda alternatif saat moda utama kurang menjangkau area tertentu. Maka membuat struktur biaya menjadi kompleks dan seringkali kurang efisien. Fakta bahwa biaya transportasi di Surabaya lebih tinggi. Jika di banding Jakarta (yang berada di sekitar 11,8% dari total pengeluaran). Kemudian menunjukkan bahwa kapasitas sistemnya belum secara penuh memitigasi bebannya.
Kota Dengan Dana Bepergian Paling Mahal (Versi Kemenhub) Di Tahun Ini
Selanjutnya juga masih ada Kota Dengan Dana Bepergian Paling Mahal (Versi Kemenhub) Di Tahun Ini. Dan kota lainnya adalah:
Bogor: Rp 1.235.613 Per Bulan Atau 12,54% Dari Total Biaya Hidup Sehari-Hari
Kota ini tercatat memiliki rata-rata pengeluaran transportasi sebesar Rp 1.235.613 per bulan. Ataupun 12,54 persen dari total biaya hidup sehari-hari menurut pemaparan Kementerian Perhubungan yang mengacu pada data BPS. Dan angka ini menempatkan Bogor di posisi kelima dalam daftar kota dengan beban transportasi “termahal”. Jika di ukur dari proporsi terhadap pengeluaran hidup. Terlebih di bawah Depok, Bekasi, Surabaya, dan Jakarta. Meskipun tetap berada di atas ambang ideal yang di sarankan World Bank (sekitar 10%). Sebagai kota penyangga besar bagi Jabodetabek. Tentu Bogor memiliki mobilitas tinggi terutama karena banyak warganya yang melakukan perjalanan rutin ke wilayah sekitar atau ke Jakarta.
Terlebihnya untuk bekerja, pendidikan, dan aktivitas lain. Struktur perjalanan tersebut sering kali multimoda. Serta di mana pengguna menggabungkan moda utama. Misalnya angkutan massal atau kendaraan pribadi. Tepatnya dengan moda pengumpan/penunjang seperti ojek online atau biaya parkir untuk menyelesaikan first mile dan last mile. Meskipun moda inti bisa murah, ongkos tambahan. Contohnya seperti ongkos ojol yang bisa mencapai puluhan ribu rupiah per arah atau biaya parkir. Serta menumpuk dan membuat total biaya perjalanan jauh lebih tinggi secara riil. Ketidakterpaduan sistem antarmoda memperparah situasi ini. Akses langsung ke stasiun, terminal, atau hub transportasi utama tidak selalu mudah di jangkau. Terlebihnya tanpa menggunakan moda penunjang berbiaya. Sehingga pengguna sering harus membayar beberapa segmen dalam satu perjalanan.
Nah itu dia fakta dari Depok yang memimpin saat ini dari harga tertingginya mengenai Biaya Transportasi RI.